Janji
Satu hari
dalam setahun kita berbagi bahagia
Kau datang
dengan sebuah kue coklat dan senyum merona
Terlontar
ucapan selamat dan doa dari bibirmu
Aku menjadi
orang teristimewa pada hari itu
Janjimu kita
akan selalu seperti ini sampai tua nanti
Tak pernah
kulupakan kata-kata itu dari benak ini
Hingga hari
itu kau putuskan untuk meninggalkan ku
Terpaku
mendengar keputusanmu bahkan aku seperti orang mati
Ingin ku
panggil kau untuk tetap disini dan memelukmu
Kata-katamu
selalu terbisik ditelinga dan sanubariku
Omelanmu
terdengar merdu saat itu
Rasa
cemburumu bahkan menyenangkan hatiku
Tak bisa
kutahan rindu ini padamu
Kini hanya
doa dan harapan pada sang ilahi
Namun
kusadar kau hanya kenangan yang menyesakkan hati
No comments:
Post a Comment