Welcome

Enjoy your life

Friday, November 18, 2016

tonight poetry 4

Dalam Rindu

Kini ku terdiam sendiri di tempat tidur ini
Membayangkan sedang apa kau disana tanpa ku
Hati ku selalu membisik kan nama mu berulang kali
Namun kusadar kini kau telah jauh pergi melupakanku
Tidak ada lagi ucapan salam dari mu membuat ku lupa
Kini kau bukan lagi orang yang selalu ada untuk ku

Waktu dan jarak dulu bukan hambatan bagiku
Apapun kulakukan hanya untuk dapat bersua denganmu
Namun bagiku kini tidak ada tujuan dan arah tanpa hadirmu
Tak secepat itu ku lupakan semua kenangan itu

Karena hadirmu begitu berarti dalam ruang rinduku

Thursday, November 17, 2016

tonight poetry 3

Cinta dari Langit

Tuhan menciptakan cinta untuk hambanya
Tuhan menebar benih cinta kepada umatnya
Adam dan hawa menanamkan cinta dengan indahnya
Tapi kau manfaatkan rasa itu untuk hasratmu, nafsumu
Jangan nodai fitrah suci itu wahai manusia
Ingatlah kau hanya butiran kecil untuk Tuhanmu

Dengarkan lah kata hati mu, hati kecilmu untuk memaknai cinta
Jangan kau bunuh rasa suci yang ditanamkan tuhanmu
Hati menjadi ruang untuk rasa itu tumbuh dan berkuasa
Akal menjadi tonggak untuk membimbing rasa itu berlalu
Ingat kodratmu wahai anak cucu Adam, jangan bertingkah di atas dunia

Umur mu, mati mu tiada yang tahu 

Wednesday, November 16, 2016

tonight poetry 2

Jalan Terbaik

Engkau selalu hadir dalam setiap mimpiku
Mengusik ruang rinduku, kenangan bersamamu
Tak pernah ku berpikir akan jadi seperti ini
Waktu itu hanya ada dua insan, kau dan aku
Tapi sekarang hanya ada aku dan rindu

Mimpi adalah hal terindah dari tuhan untuk dapat melihatmu
pikiran adalah ruang sempit yang selalu mengingatkan ku tentangmu
dan hati sekarang hanya ruang kosong tanpa hadirmu
mungkin ini jalan terbaik bagimu, bagi kita

cita-cita dan cerita kita akan abadi untuk selamanya

Monday, November 14, 2016

tonight poetry

Janji

Satu hari dalam setahun kita berbagi bahagia
Kau datang dengan sebuah kue coklat dan senyum merona
Terlontar ucapan selamat dan doa dari bibirmu
Aku menjadi orang teristimewa pada hari itu

Janjimu kita akan selalu seperti ini sampai tua nanti
Tak pernah kulupakan kata-kata itu dari benak ini
Hingga hari itu kau putuskan untuk meninggalkan ku
Terpaku mendengar keputusanmu bahkan aku seperti orang mati
Ingin ku panggil kau untuk tetap disini dan memelukmu

Kata-katamu selalu terbisik ditelinga dan sanubariku
Omelanmu terdengar merdu saat itu
Rasa cemburumu bahkan menyenangkan hatiku
Tak bisa kutahan rindu ini padamu
Kini hanya doa dan harapan pada sang ilahi

Namun kusadar kau hanya kenangan yang menyesakkan hati

Saturday, November 12, 2016

poetry yang berujung

                                                     JEMBATAN


Jembatan terang itu menanti untuk kau seberangi..
menyeberang dengan anganmu..
Melintas dengan pikiranmu..
Menuju batas yang akan kau lewati..
Langkah demi langkah akan membesarkanmu..
Satu tekad dan langkah kecil akan membawamu..
Ke seberang lah kau menuju..

poetry makna dibaliknya

                                                   KEMARAU
Telah lama ku menanti tetesan air
Tidak pernah lepas dahaga ku di tengah kemarau ini
Begitu banyak danau
Tapi semua mulai kering

Hujan!
Hanya itu yang kami harapkan
Tapi, tidak pernah nampak olehku...
Dimana awan pembawa hujan itu?

Semua orang hanya diam menanti,
Hingga datang awan kelam itu
Menyelimuti negeri ini
Dengan semangat mereka menari dan bernyanyi
Tapi mereka lupa air yang begitu banyak akan meneggelamkan mereka

Sekarang mereka menangis
Hujan itu tak mau pergi
Dibalik kemarau selama ini
Bukan hujan seperti ini yang mereka harapkan

Tapi diantara mereka selalu ada yang tertawa lepas..
Orang orang dengan kursi raja
Hanya mereka yang tau dan diam
Seolah mengendalikan alam

next poetry

                                               SINAR UNTUK KAMI

Tak terlihat bayang-bayang sore itu..
Punggung yang kau hadapkan menghalangi sinar yang tak tertembus..
Tangan dan kaki yang kau ayunkan tak kenal lelah..
Mengejar sinar yang terang benderang itu..
Rasa gentar itu pupus saat kau menggapainya..
Hilang sudah kebisuan dan kata yg tak terucap..
Sekarang kau menggenggam nya dengan kepalan tinjumu..
Menanti kami dengan sinar untuk kau berikan..

poetry yang kesekian kali

                                                                     AIR LANGIT


Air langit mulai membasahi bumi Nya yg merah..
Kelabu dengan asap yang menyelimuti sebagian wajah bumi..
Hawa panas itu sejenak meredam dan berhenti..
Kami tahu Tuhan masih sayang pada makhluk lainnya yang senantiasa berdoa..
Hutan, sungai, dan hewan adalah alasan air langit itu menghujani bumi..
Kami tidak lain hanya makhluk hina yang menumpang dan tidak tahu bersyukur..
Merusak dan memenuhi kantong kami dengan pundi-pundi rupiah..
Tuhan masih berlapang dada menerima kami.
Menyisakan alam yang akan menghabisi kami..

poetry lagi

Tersadar

Tak kutemukan cara untuk melupakanmu
Orang yang selalu hadir saat ku sendiri
Rasa ini menggetarkan sanubariku
Tak tersampaikan hingga kau pergi

Bodohnya diriku melihat bidadari nun jauh
Dekapan hangat mu lah yang buat hariku ceria
Tangis dalam jiwa hanya bisa kusampaikan dengan bersimpuh
Cintaku yang tak akan kulihat selamanya

Kusadari rapuhnya hati ini saat engkau tak disisi
Pintaku hanya melihatmu sekali lagi
Walau dengan berdoa dalam hati
Ketahuilah kasih dan sayangku tak kan pernah mati

cerpen untuk orang-orang seperti kami

Hari yang Tak Pernah Kembali
            Pagi itu terasa lembab karena hujan semalam namun anak-anak lain sibuk berlarian kesana-kemari ditemani orang tuanya. Hari itu adalah waktu yang aku tunggu-tunggu setelah seminggu lamanya membujuk mama untuk mengizinkan ku masuk taman kanak-kanak di dekat rumah. Ya, saat itu aku masih berumur 4 tahun dan kedua kakak ku sudah sekolah jadi tidak ada teman bermain di rumah. Akhirnya kakek yang mengantarku karena mama sibuk dengan pekerjaannya dan harus berangkat pagi-pagi. Saat itu yang ada dipikiranku sekolah adalah tempat bermain karena setiap anak-anak yang kulihat lewat di rumahku sangat senang setelah pulang dari taman kanak-kanak.
            Hari pertama tidak banyak anak-anak lain yang aku kenal jadi aku hanya diam dan senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan guru. Kulihat orang tua lain menemani anak-anaknya sedangkan kakek sudah pulang setelah mengantarkan aku sampai ke kelas. Anes seorang anak yang tinggal tidak jauh dari rumahku mulai berbicara padaku dan aku baru tau kami tinggal lumayan dekat dan sejak saat itu ia sering bermain kerumahku hanya untuk melihatkan mainan barunya.
            Hari-hari berlalu semakin cepat dan kami mendapat teman baru dari luar kota. Ia bilang ayahnya baru pindah dan bersikeras mengajak aku dan anes kerumahnya karena ia belum kenal dengan anak-anak lain. Siang itu aku dan anes berkumpul dirumahnya yang bisa kubilang agak antik dan usang. Anak umur 4 tahun memasuki rumah yang dihiasi benda-benda astral dan unik menurutku agak menyeramkan dan ia bilang itu semua koleksi ayahnya. Walaupun rumahnya terlihat sederhana dan penuh dengan barang-barang aneh namun ia memiliki mainan terbaru dan canggih yang belum pernah aku mainkan. Robot-robot dan kereta api serta jalurnya membuatku takjub dan itu bukan mainan murah yang setiap anak bisa minta pada orang tuanya.
            Aku bebas bermain dan berkhayal serta akrab dengan orang-orang disekitarku. Doktrin-doktrin dari kakak ku benar-benar melekat bahkan menjadi impian saat aku masih kecil. Tentang sebuah taman bermain di atap rumah kami dan harus melalui sebuah pohon yang tinggi dekat rumah baru bisa melihat taman impian itu. Itulah mimpiku dari umur 3 tahun yang akhirnya bisa aku buktikan saat menginjak bangku SMP saat akhirnya aku boleh menaiki tangga dan langsung menuju atap rumah. Kebohongan yang indah selama bertahun-tahun dan semua impianku untuk masuk dunia impian itu langsung sirna seketika.
            Setiap anak memang hidup dengan dunianya masing-masing. Aku merasa saat kecil begitu banyak kebahagiaan dalam pikiranku. Ayah tidak terlalu suka aku punya banyak mainan tapi itu tidak membuat ku sedih. Aku bisa berkhayal dengan imajinasi ku memiliki banyak mainan mulai dari pesawat-pesawatan, mobil-mobilan serta kapal-kapalan. Ya, semua itu hanya butuh imajinasi untuk bisa bahagia di duniaku. Mungkin sekarang tidak begitu banyak anak yang tau begitu nikmatnya berlarian bersama teman-teman saat hujan turun. Hujan merupakan arena bermain yang diciptakan Tuhan untuk anak-anak yang tidak dimengerti orang tua.
            Bahagia hanya ada dalam pikiran dan tidak butuh uang banyak untuk menciptakannya. Cukup dengan mencari teman yang bersembunyi atau mengejar teman yang berlarian agar dia yang selanjutnya giliran jaga sudah lebih dari cukup. Tidak perlu smartphone untuk bisa menghubungi teman cukup dengan berlarian kerumahnya dan bersorak-sorak didepan pintu pagarnya. Tidak perlu sepatu bola dan bola mahal cukup bola plastik yang dibeli patungan dan akhirnya rusak menandakan permainan berakhir.
            Masa – masa dimana semuanya hanya bermain, bermain dan bermain. Saat itu kupikir hidupku akan sangat sempurna tanpa aku tau tuntutan dan tanggung jawab akan datang seiring bertambahnya usia. Saat lulus dari taman kanak-kanak aku berpikir sekolah selanjutnya akan dua kali lebih menyenangkan daripada taman kanak-kanak namun aku salah. Sekolah dasar tidak memiliki perosotan dan jungkat-jungkit, ataupun mainan untuk dimainkan, hanya ada buku, meja dan papan tulis.
            Sekolah dasar menjadi titik balik saat aku tau semua dihargai berdasarkan nilai yang kita dapat.  Semua orang akan berlomba-lomba menjadi yang terbaik dan disinilah aku merasa tidak dapat bersaing dan mulai hari-hari yang lebih berat. Tugas atau pekerjaan rumah mulai berdatangan, nilai-nilai ulangan mulai mengganggu keharmonisan keluarga dan masih banyak lagi. Aku hanya melakukan yang aku bisa untuk bisa melalui semua cobaan ini namun matematika berkata lain dan membuat ayah lebih sering marah kepadaku gara-gara mata pelajaran yang satu ini.
            Aku bahkan diberi les tambahan satu jam bersama beliau hanya untuk menyelesaikan tugas matematika. Seandainya ia tau kalau anaknya punya skill lain dan tidak setiap anak bisa matematika mungkin sekarang aku tidak separanoid ini pada matematika. Tapi zaman sekolah dasar tidak selamanya membosankan setidaknya aku punya lebih banyak teman dan pengalaman berpetualang lebih luas. Saat dapat sepeda dari orang tuaku tidak sehari pun hari ku lalui tanpa bersepeda dengan teman – teman dekat rumah. Saat itu mungkin kami seperti penguasa jalanan tapi bukan anak jalanan, bermodalkan sepeda dan aqua gelas plastik di sela-sela roda sepeda kami memutari komplek seperti membawa harley davidson. Dengan gaya geng sepeda motor kami mulai berkeliling mencari keasyikan sampai suatu waktu kami menemukan harta karun.
            Selembar uang Rp.5000 menjadi harta jarahan pertama kami. Harta yang turun dari langit atau sekarang aku tau dari kantong celana seseorang yang mungkin tidak sadar kehilangan uang tersebut. Sekarang mungkin uang segitu tidak terlalu diabaikan namun saat itu kami berdiskusi alot akan diapakan uang tersebut apakah kami simpan atau kami belanjakan. Guru ngaji ku pernah berpesan jangan mengambil hak orang lain namun aku juga berpikir dikembalikan pun kita tidak tau siapa pemiliknya. Akhirnya kami putuskan untuk mengubur uang tersebut dan memutuskan besok akan diapakan. Namun sampai sekarang uang itu menjadi misteri karena keesokan harinya kami tidak menemukan uang tersebut. Apakah mengubur uang bisa membuat hilang uang tersebut atau salah seorang diantara kami kembali dan mengambilnya? Entahlah, sampai sekarang misteri itu belum terpecahkan.

            Teman – teman di sekolah dasar memang menyenangkan karena kami tumbuh dan belajar bersama selama enam tahun. Bahkan di kelas empat kami menghadapi kasus pencurian, saat itu jam pelajaran olahraga dan salah seorang teman ku kehilangan uang nya yang tidak bisa di anggap kecil sebesar Rp.500.000. Uang yang memang tidak sedikit untuk anak kelas empat sekolah dasar. Orang tua dari teman ku ini sampai datang kesekolah dengan baju rapi dan dibalut jas serta dasi memarahi kami semua dan menuduh kami mengambil nya. Dan ini misteri kedua yang belum terpecahkan sampai saat ini. Uang memang sumber dari masalah tergantung bagaimana kita memperlakukannya.
            Terlepas dari masalah ekonomi dan uang yang terlalu banyak membawa masalah ada perihal lain yang lebih penting untuk dipelajari yaitu cinta. Kasih sayang dan cinta bisa kita raih dari orang-orang terdekat kita baik itu dari ayah, ibu dan saudara yang lain namun untuk teman sebaya dan berlain jenis aku rasa berbeda. Sekolah dasar lagi-lagi mengajarkan hal lain yang rumit dimengerti selain matematika yaitu cinta, dan kami menertawakan cinta sampai kami duduk di bangku kelas 6. Mengolok-olok teman dan teman lain yang kebetulan sedikit akrab menjadi bahan lelucon kami saat itu hingga mereka tidak berteman lagi hanya gara-gara takut ditertawakan.
            Aku sendiri baru sadar kalau selama enam tahun ternyata ada perempuan yang semanis dia. Entah kenapa baru setelah enam tahun bersama dan sibuk menertawakan cinta akhirnya aku terjatuh kedalam pusaran itu. Tapi tentu saja ia tidak tau dan kami masih menjadi teman sampai sekarang, mungkin itu hanya rasa kagum sesaat dan hanya karena ia baik padaku. Aku rasa sampai sekarang wanita idaman ku masih berpatokan pada teman kecilku ini, entahlah tanpa aku sadari sepertinya.
Terlepas dari masa-masa indah nilai matematika ku tetap tidak ada perubahan sampai terjadi sedikit keajaiban yang terjadi. Ini membuat guru walikelas kagum karena nila Ujian Nasional matematika ku lumayan bagus saat itu. Selama tiga bulan walikelas ku memberi tambahan pelajaran padaku dan beberapa anak yang kurang pandai matematika. Sekali lagi matematika patokan segalanya namun tetap saja saat itu aku senang bukan kepalang karena nilai UN ku lumayan bagus.
Semuanya terjadi dibawah kehendak ayah ku, sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas beliau yang tentukan. Jurusan yang akan aku ambil di SMA pun beliau yang sarankan, entah dimana keinginan ku saat beliau memutuskan sesuatu dan aku hanya bisa menurut dan patuh. Bagiku apa yang beliau suruh hanya kewajiban yang harus dipenuhi sedangkan masa-masa yang aku ingat hanya bagian bermain dan bergaul bersama teman. Belajar benar-benar hanya keharusan dan aktivitas yang harus terjadi bagaimanapun bentuknya, setidaknya itu pemahaman ku sebelumnya.
Semua punya cerita dan kenangan baik di tingkat SMP ataupun SMA. Namun hati dan fikiran ku berubah setelah duduk dibangku kuliah. Setelah melalui semuanya sesuai keinginan orang tua sekarang akhirnya aku punya keinginan dan visi kedepan walaupun sudah terlambat. Setidaknya aku berani mengungkapkan nya dan membuat mereka mengerti apa yang aku inginkan. Walaupun belum terlalu mahir namun aku jatuh cinta dan berharap suatu saat bisa menjadi seorang sutradara film.

tamat

film pendek

sekarang mulai beralih membuat film-film pendek bersama reka-rekan seperjuangan yang sama-sama belajar tentang film. we just love film and we produce film. learn make perfect.

Wednesday, May 11, 2016

Poem 1

TANGISAN BUMI


Suara air yang menghujam bumi!!!

Bumi menangis demi membasuh luka hutan.
Tetes air membasahi tanah demi hewan yang berdoa.
Dingin menyelimuti malam, kelam, yang disiram air langit.

Manusia bersujud menyembah sang ilahi demi hari ini.
Sekali lagi bumi menghinakan dirinya.
Sekali lagi Tuhan mengabulkan doa umatnya.

Demi uang yang memenuhi saku mereka.
Demi kekayaan yang mereka sembah.
TUHAN!!!!, maafkan kami dan tangan kotor kami.



Harta

Harta Dunia Yang Ditebangi
Kebutuhan manusia yang sangat banyak akan pemanfaatan kayu membuat penebangan pohon tidak dapat dihindarkan. Pembalakan liar atau illegal logging mulai bermunculan disaat seharusnya ada takaran saat menebang hutan, pihak-pihak yang ingin keuntungan lebih memilih untuk membabat habis hutan untuk kepentingan perusahaan mereka. Pohon yang notabene adalah paru-pau dunia dan butuh waktu tahunan untuk tumbuh tinggi tidak dipikirkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab ini.
Banyak pihak yang menebang pohon disaat masih dalam keadaan produktif sehingga menghambat ekosistem baru untuk tumbuh. Selain pembalakan liar, pembakaran lahan juga berpengaruh dalam hilangnya hutan di negara kita. Pembukaan lahan baru menjadi alasan utama beberapa perusahaan untuk membakar lahan yang sudah tidak produktif lagi, bukannya menanam pohon kembali untuk menyuburkan tanah mereka malah membakar habis semua. Bencana asap yang sering terjadi di salah satu kota di Indonesia bahkan sampai ke negara tetanngga adalah karena pembakaran lahan yang akhirnya merambat ke hutan-hutan disekitarnya.
  Erosi merupakan salah satu akibat karena penebangan pohon. Pemadatan tanah dan longsor yang terjadi karena matinya pohon yang berada di atas mereka, karena air yang seharusnya diambil pohon dari tanah tidak terjadi. Daerah resapan air yang menghilang karena pembangunan kota dengan dinding beton yang terus bertambah setiap tahunnya. Banjir juga merupakan akibat dari hilangnya pohon-pohon di hutan sehingga mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit.
Tiap tahun terjadi bencana alam serta perubahan iklim ekstrim diseluruh dunia yang salah satunya karena penebangan paru-paru dunia. Kesusahan demi kesusahan dihadapi manusia setiap tahunnya tanpa berpikir akan apa yang sudah mereka lakukan terhadap alam. Dengan kesadaran terhadap pentingnya hutan dapat membantu kita mengurangi dampak perubahan iklim ekstrim dan mengurangi erosi serta banjir.
Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menyelamatkan hutan yang merupakan tumpuan hidup banyak makhluk hidup. Pertama, menghentikan eksploitasi hutan besar-besaran karena daya hidup pohon untuk tumbuh tidak sebanding dengan pembalakan liar yang terjadi. Banyak pihak yang terlibat jika kita berbicara tentang ekspoitasi hutan dan tugas kita serta pemerintah dalam bekerjasama untuk melaporkan dan menghentikan pembalakan liar yang khusunya terjadi di bumi indonesia kita ini. Kedua, penanaman kembali pohon yang ditebang merupakan cara paling kongkrit jika kita ingin terus merasakan indahnya hutan serta udara yang segar. Tanpa adanya pohon maka udara akan sangat tercemar, apalagi dengan semakin tumbuh dan berkembangnya jumlah kendaraan bermotor di dunia saat ini.
Dikutip melalui situs dephut dijabarkan cara menghentikan pembalakan hutan secara liar yang disebut dengan pendekatan neo-humanis. 1.Penduduk lokal biasanya bergantung pada penebangan hutan di hutan hujan untuk kayu bakar dan bahan bangunan. Pada masa lalu, praktek-praktek semacam itu biasanya tidak terlalu merusak ekosistem. Bagaimanapun, saat ini wilayah dengan populasi manusia yang besar, curamnya peningkatan jumlah orang yang menebangi pohon di suatu wilayah hutan hujan bisa jadi sangat merusak. 2.Masyrakat sekitar perlu diberi arahan dalam penebangan pohon, di antaranya larangan untuk menebang pohon yang sebagai plasa nutfah. 3.Melakukan pembenahan terhadap sistem hukum yang mengatur tentang pengelolaan hutan menuju sistem hukum yang responsif yang didasari prinsip-prinsip keterpaduan, pengakuan hak-hak asasi manusia, serta keseimbangan ekologis, ekonomis, dan pendekatan neo-humanisme. 4. Selanjutnya perlu adanya suatu program peningkatan peranan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian hutan. 5. Melakukan program reboisasi secara rutin dan pemantauan tiap bulannya dengan dikoordinir oleh tokoh-tokoh masyarkat setempat.
Dengan menyadari pentingnya pohon dan hutan di bumi ini maka kita harus melestarikan apa yang sudah diberikan Tuhan kepada kita umat manusia. Berbagai pihak punya turut andil dalam menjaga dan melestarikan hutan saat ini. Menghentikan pembalakan liar juga meruapakan salah satu cara untuk menjaga agar bumi kita bisa tetap hijau sekarang maupun di masa depan nanti.

 



 

perjuangan tiada akhir

   My graduation day on march does not the end of my journey. sometimes I think it will be my long last hope that become true. My effort to graduate on march is not easy at all, many obstacles that I have to face. first is my lecturer that is very perfectionist and the other one that is idealist with her own thought. second is my job in production house but actually this is my new hobby and my new world and third is my family that is always push me to graduate on march.
   I do not blame anyone to my mistake. I do not regret at all that I have to be late in graduation beside I feel really grateful to everyone and my life now because I learn so many things in that time. but now everything is new, I have to find a job and live in Jakarta to find it as soon as possible. it is not easy as everyone told me before. I knew it since the beginning but I do not feel good when everyone ask me to do something. they has ask me before and after I accomplish it they ask me the other thing. that is why I call perjuangan tiada akhir. it is not the end it is just my new beginning start.